Bagaimana kepriabdian kamu???

September 21st, 2006 by ika-fis02

Re-write by : Ika Ms

Kepribadian

Mungkin
selama ini Anda mengira warna-warna pastel tidak cocok bagi Anda. Tapi tahukah
Anda bahwa mungkin saja Anda salah. Nah, bagaimana menentukan warna-warna apa
saja yang cocok bagi Anda? Berikut panduannya agar Anda tidak salah memadukan pakaian
Anda.

Jenis Kulit Gelap
Pria dengan jenis kulit yang gelap cenderung memiliki rambut dan bola mata
berwarna coklat. Jika Anda berada dalam kategori ini, sebaiknya memilih warna
yang berbeda dengan jenis kulit Anda. Taktik ini akan membuat Anda terlihat
berbeda dan tak membosankan selain itu juga menarik semua mata tertuju pada
Anda.

Warna Terbaik :
1. Pink
2. Putih
3. Khaki
4. Baby Blue
5. Abu-abu

Hindari :
1. Hitam
2. Coklat gelap
3. Turquoise atau warna campuran antara hijau dan biru
4. Hijau muda
5. Magenta

Sebaiknya Anda tidak mengenakan warna-warna yang terlalu cerah agar tidak
terkesan silau atau warna yang benar-benar gelap. Warna hitam atau navy blue
kebanyakan dipakai sebagai warna untuk seragam. Sementara orang yang memiliki
jenis kulit gelap kurang cocok memakai warna-warna ini, jadi sebaiknya hindari
warna-warna ini kecuali terpaksa.

Paduan Yang Sesuai :
Untuk kesan casual, coba padukan kaus pink dengan celana wol abu-abu. Pastikan
kaus itu tidak mempunyai lipatan. Selain itu Anda juga dapat memadukannya
dengan jaket kulit berwarna kecoklatan atau sepatu kulit dengan tekstur lembut.

Jenis Kulit Kuning Langsat
Pria dengan jenis kulit ini lebih beruntung karena dapat mengenakan hampir
semua jenis warna dan tetap terlihat tampan. Warna terang dan gelap terlihat
sempurna di kulit Anda.

Warna Terbaik :
1. Beige atau warna antara abu-abu dan coklat
2. Burgundy
3. Biru
4. Navy
5. Hitam
6. Pink bergaris

Hindari :
1. Warna kenari hijau
2. Lembayung muda
3. Coklat tua
4. Merah
5. Warna hijau pudar

Satu-satunya warna yang sebaiknya Anda jauhi adalah warna yang paling mendekati
warna kulit Anda. Sebagai contoh, jika Anda memiliki warna kulit yang mendekati
warna langsat sebaiknya Anda tidak mengenakan pakaian berwarna hijau pudar atau
coklat.

Paduan Yang Sesuai :
Warna kulit seperti ini tidak mengalami kesulitan memadukan pakaian. Tapi jika
Anda ingin sedikit tampil beda, coba kenakan sweater berwarna beige dengan
pantalon hitam dan sepatu yang berwarna merah kecoklatan.

Jenis Kulit Pucat
Jenis kulit seperti ini sangat cocok mengenakan pakaian berwarna lembut dan
pastel. Warna-warna ini sangat menyatu di kulit sehingga setiap orang yang
melihat Anda akan merasa nyaman.

Warna Terbaik :
1. Biru muda
2. Coklat
3. Beige
4. Warna krem
5. Biru metalik

Hindari :
1. Merah
2. Pink
3. Oranye
4. Kuning
5. Ungu

Kuncinya adalah menghindarkan warna-warna terang yang terlalu mencolok. Jadi
cobalah untuk tidak mengenakan warna-warna itu terutama pada siang hari.

Paduan Yang Sesuai :
Untuk kesan casual, coba padukan sweater berwarna biru langit, khaki atau
celana beige dan sepatu berwarna coklat. Sebagai sentuhan terakhir, coba
tambahkan ikat pinggang yang sesuai untuk Anda.[astaga]

Xena and Gabrielle-2 Planet baru di Tata Surya

September 20th, 2006 by ika-fis02
Xena dan Gabrielle, Dua Sahabat Pengembara Cetak  E-mail
Ditulis oleh Administrator    
Sunday, 09 October 2005

Tata surya dengan 9 planetnya memang telah menjadi ikon dimana-mana.
Namun tidak berarti 9 planet itu menjadi suatu batas yang tak akan
berubah. Penemuan objek-objek di Sabuk Kuipert mengubah segalanya.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, sebuah objek yang 20%
lebih besar dari Pluto telah ditemukan dan dimasukkan sebagai kandidat
planet ke-10. Planet yang diberi nama 2003 UB313, semakin hari semakin
mirip dengan planet-planet di Tata Surya. 2003 UB313 yang saat ini
diberi code name Xena dan masuk dalam jajaran Guiness Book of Record
sebagai objek Tata Surya terjauh yang ditemukan, ternyata memiliki
bulan (satelit). Tentu kita masih ingat khan siapa Xena? Yup.. tidak
salah Xena yang dimaksud disini adalah the warrior princess yang
mengembara bersama sahabatnya Gabrielle. Nah, dari sinilah ide nama
Planet ke-10 ini diambil, walaupun belum ada satu kepastian dari IAU
akan nama planet tersebut.

Bulan dari Xena ini sekitar 100 kali lebih lemah dari planet yang
diinduknya, dan periode orbitnya hanya beberapa minggu. Bulan yang
diberi nama Gabrielle ini pertama kali terlihat tgl 10 September 2005,
dengan teleskop 10-m Keck di Observatorium W.M. Keck, Hawaii. Dengan
memiliki bulannya sendiri, bisa dikatakan Xena telah memenuhi salah
satu komponen dirinya sebagai planet. Diperkirakan Gabrielle hanya
berukuran satu-per–sepuluh ukuran Xena, dengan diamter 2700km (diameter
Pluto 2274 km).

Untuk mengetahui lebih jauh tentang Gabrielle, para peneliti harus
terlebih dahulu mengetahui komposisi Bulan baru ini. Sebagian besar
objek di Sabuk Kuiper terdiri dari batuan dan air es. Permukaan objek
yang terdiri dari setengah batuan dan setengah es memantulkan sejumlah
cahaya matahari yang diterima, sehingga ukuran objek dan komposisinya
bisa diketahui. Objek yang memiliki banyak komponen es akan memantulkan
lebih banyak sinar matahari, sehingga akan tampak lebih terang dan
lebih besar dari objek batuan yang mirip dengannya. Observasi
selanjutnya yang akan dilakukan pada bulan November dan Desember dengan
Hubble Space Telescope akan difokuskan untuk mempelajari orbit
Gabrielle dalam mengitari Xena. Dengan data ini dan formula yang
digunkaan oleh Isaac Newton 300 tahun lalu, Brown dkk akan
mengkalkulasi massa Xena. Menurut Brown, “Jika planetnya sangat masif,
bulan akan mengorbit dengan cepat; jika planet kurang masif, pergerakan
bulan dalam mengorbit planet akan lebih lambat.”

Selain Xena dan Gabrielle, objek sabuk Kuipert 2003 EL61, code name
Santa, juga memiliki sebuah bulan kecil. Keberadaan bulan pada 3 objek
Sabuk Kupiert tersebesar – Xena, Santa, Pluto – menjadi sebuah
tantangan untuk mengetahui bagaimana pembentukan satelit terjadi pada
daerah tata surya ini.

Sebelumnya, para peneliti percaya kalau objek di Sabuk Kuipert bisa
memiliki bulan melalui proses penangkapan gravitasi (gravitational
capture), dimana ada dua objek terpisah bergerak saling mendekati satu
sama lainnya dan saling terperangkap dalam daerah gravitasi keduanya.
Awalnya hal ini dianggap benar untuk objek-objek kecil di Sabuk
Kuipert. Namun, teori ini tidak berlaku pada Pluto. Charon, bulan Pluto
merupakan hasil dari serpihan Pluto saat ditabrak oleh objek Sabu
Kuipert lainnya milyaran tahun lalu. Selain Pluto, tampaknya bulan
milik Xena dan Santa juga berasal dari proses yang hampir sama.

Suatu kali, Pluto memang tampak sebagai bola unik dalam jajaran Tata
Surya. Namun sekarang terlihat kalau Xena, Pluto dan objek lainnya
merupakan bagian dari sebuah keluarga besar objek yang memiliki
karakteristik, sejarah, dan bulan yang mirip. Dari merekalah kita akan
belajar lebih banyak lagi tentang Tata Surya. Karena mereka bukan lagi
sebuah objek tunggal yang aneh di tata Surya.

2003UB313, Warga Baru Tata Surya Cetak  E-mail
Ditulis oleh Administrator    
Monday, 08 August 2005

Astronom telah menemukan planet baru dengan jarak terjauh di Tata Surya

Planet terbaru  yang ditemukan tahun 2003 dan diumumkan bulan juli
2005 lalu memiliki ukuran yang lebih besar dari Pluto. Planet yang
masih belum memiliki nama resmi ini ditemukan oleh Dr. Mike Brown dan
timnya menggunakan Teleskop Samuel Oschin di Observatorium Palomar,
dekat San Diego.

Diperkirakan planet bernama 2003UB313 ini, berada sekitar 97 kali
lebih jauh dari Matahari jika dibandingkan dengan Bumi, atau berada
pada jarak 97 AU. Sementara Pluto berada 40 AU dari Matahari. Sama
seperti sedna ataupun Quouar, 2003UB313 juga merupakan bagian dari
objek-objek yang menghuni Sabuk Kuipert hanya saja lebih besar
disbanding objek lainnya. Ukurannya yang lebih besar memberikan
kesempatan padanya untuk bisa digolongkan sebagai bagian dari
planet-planet yang ada di Tata Surya.

Bagi para astronom yang mengamat langit dengan backyard telescopes
yang besar, mereka bisa melihat planet ini. Sayangnya planet baru ini
terlihat lemah dengan magnitudo visual 19, bergerak lambat terhadap
bintang-bintang latar belakang.

Planet 2003UB313 ditemukan oleh Mike Brown, Chad Trujillo dari
Gemini Observatory di Mauna kea, Hawaii dan David Rabimowotz dari Yale
University, New Haven, connecticut  Planet ini pertama kali dipotret
mengunakan Teleskop samuel Oschin 48-inci tanggal 31 Oktober 2003.
Objeknya berada sangat jauh, namun geraknya tidak terdeteksi sampai
mereka menganalisis ulang data yang didapat januari 2005 lalu.

Brown sendiri yakin kalau objek ini merupakan objek pertama yang
lebih besar dari Pluto yang ditemukan didaerah luar tata surya. Namun
sampai saat ini piringan planet maish belum bisa diungkapkan oleh
teleskop. Karena itu, untuk mengestimasi besar planet, para astronom
bergantung pada perhitungan kecerlangan planet. Sama seperti planet
lain, planet baru ini tampak bercahaya karena ia memantulkan cahaya
Matahari. Nah, semakin besar planet, pantulannya akan semakin besar.
Reflektansi atau fraksi cahaya yang dipantulkan planet belum diketahui.
Namun tetap memungkinkan untuk menetapkan batas diameter planet. Dalam
hal ini, walaupun planet 2003UB313 memantulkan seluruh cahaya yang ia
terima, tetap saja planet ini akan sebesar Pluto. Pluto sendiri sekitar
2300 km, dan diperkirakan planet baru ini sekitar 1.5 kali ukuran Pluto.

Saat ini Mike Brown dan tim-nya sedang menanti keputusan nama
permanen yang akan diberikan pada planet 2003UB313. Merka telah
mengajukan nama planet tersebut dan menanti persetujuan IAU sebelum
pengumuman resmi tentang planet ke-10 ini dirilis. Jadi kita tunggu
kabar selanjutnya..

Puisi Ijin Poligami….

September 20th, 2006 by ika-fis02
Puisi suami yg minta ijin poligami :>>Istriku...,>jika engkau bumi, akulah matahari>aku menyinari kamu>kamu mengharapkan aku>ingatlah bahtera yg kita kayuh, begitu penuh riakgelombang>aku tetap menyinari bumi, hingga kadang bumi punsilau>lantas aku ingat satu hal bahwa Tuhan mencipta bukanhanya bumi,>ada planet lain yg juga mengharap aku sinari>Jadi..>relakanlah aku menyinari planet lain, menebar sinarku>menyampaikan faedah adanya aku, karna sudah kodrati>dan Tuhan pun tak marah...>>>>Balasan Puisi sang istri ...>>Suamiku....,>bila kau memang mentari, sang surya penebar cahaya>aku rela kau berikan sinarmu kepada segala planet ygpernah TUHAN>ciptakan karna mereka juga seperti aku butuhpenyinaran dan akupun juga>tak akan merasa kurang dengan pencahayaanmu>AKAN TETAPIIIIIIII..>bila kau hanya sejengkal lilin yg berkekuatan 5 watt,jangan bermimpi>menyinari planet lain!!!>karna kamar kita yg kecil pun belum sanggup kauterangi>bercerminlah pd kaca di sudut kamar kita, di tengahremang-remang>pencahayaanmu yg telah aku mengerti utk tetap menguakmata>coba liat siapa dirimu... MENTARI atau lilin ? PLSDEH...!!!

Huh!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

September 19th, 2006 by ika-fis02

Ya…Huh! adalah kata yang pantas keluar dari mulutku saat ini…aku resah, gelisah,bimbang,bingung, pusink, pening, apa yang terjadi dengan diriku?? aku juga ga tahu pasti…mungkin karena ibuku sedang sakit….mungkin karena aku sedang berada di tempat yang bukan sepantasnya aku berada disini….mungkin karena aku sedang ingat seseorang….mungkin juga karena sahabat mayaku sedang menghilang….sering menghilang….mungkin juga karena uangku sudah habis….mungkin juga karena aku merindukan seseorang….mungkin juga karena aku habis dimarahin ma bos ku….mungkin juga karena otakku yang loadingnya lama banget sehingga aku ga bisa menyerap ilmu baruku….mungkin juga karena aku terlalu banyak keinginan….ya…ingin kuliah lagi….mungkin juga karena aku sedang merindukan suasana jadi mahasiswa…semuanya dapat diatasi…semuanya hanya sekedar belajar…sekarang??? sekarang aku harus dapat mengatasi semua masalhku sendiri…
Ahhhhhhhhhhh…inilah hidup yang sebenarnya??? seberapa kuat aku berada disini?? Seberapa tahan aku menjalani hidup yang sekarang sedang kujalani?? haruskah aku memutar arah kemudiku???….lantas..dimanakah tempatku yang seharusnya aku berada? dimanakah itu??? Ya Alloh….dimana????

September 6th, 2006 by ika-fis02

Job Vacancy Indonesia

Sabar adalah perekat

August 16th, 2006 by ika-fis02

Dari Sahabat di Jambi…

Perekat

:Monas Junior

Jika bertanya awan ke mana beranjak setelah di atas kepala, kau tanya saja angin. Jika bertanya burung ke mana terbang setelah di atas dahan kamboja, kau tanya saja kepaknya. Jika bertanya air kemana mengalir setelah di muara, kau tanya saja dasarnya. Jika bertanya hati ke mana berujung setelah lelah menghampiri, kau tanya saja jiwamu.

Sederhana

kan

? Sangat sederhana. Ketika kau tahu, kau satu-satunya orang tersendiri di antara ribuan orang-orang sibuk, kau akan termenung seperti lesatan peluru menghantam gunung. Benar-benar terhenti sendiri.

Jangan kau tanya asam habis di kulit jeruk, jangan pula kau tanya garam habis di dasar pantai, sebab mereka sudah meresap di kulit-kulitku, di wajah-wajahku, di lapisan neuronku, di bawah sadarku.

Ooo dikau dinda dirantau hati. Pulanglah ke pelukku. Kembalikan hatiku yang pernah kau bawa dulu. Pulangkan pula rindu yang telah kujual sejak

asmara

bangkit lagi.

Ooo dikau dinda di rantau jiwa. Pulangkan pula separuh jiwa yang sebenarnya telah kau rampas dengan telak meski tanpa kau sadari. Pulangkan pula impian-impian bersama yang seringkali mengakar di kaki-kaki bukit.

Sementara istana pasir sudah kubangun buatmu. Meninggi… meninggi…. Dan meninggi terus mengalahi langit-langit mimpi. Sadarkah kau, sebenarnya aku ingin engkau yang menjadi ratu, menjadi permaisuri, menjadi ibu suri setelah tahun-tahun keemasan kita nanti.

Andai engkau tahu sebenar-benar tahu. Asamku, asinku, rasa seluruhku telah habis, ketika kau mulai membara api. Murkamu, melemurkan segala, menghancurkan langkah-langkah yang sudah terarah.

            Ooo dikau dinda di rantau hati. Tahu pulakah kau, ketika usia sudah beranak-pinak berkaki-kaki berkepala-kepala banyak, kita bukan lagi pasangan jiwa. Kita hanya pasangan struktur baru yang sebenarnya sudah jelas dari sekarang.

            Usah bingung cinta, usahlah kau gamang. Sebab mengapa bunda membiarkan kita melekat di hatinya, sementara ayah tetap merajainya? Sebabnya satu, satu saja sebabnya. Itu karena mereka punya perekat kuat. Yang selalu menempelkan segala-segala terdekat.

            Seperi engkau, seperti ponakan, seperti cucu, seperti sepupu, seperti ratusan jiwa-jiwa terkait erat. Mereka merekat kuat di jiwa-jiwa tua itu.

            Kau pasti ingin tahu perekatnya. Ya, sebuah benda tak lazim. Kita tahu itu, orang tahu itu, semua tahu itu. Perekat itu, dinamai: Sabar. Ya, kesabaran wujudnya.

            Sabar dan kesabaran, satu elemen penting ketika cinta sudah benar-benar tua. Ketika cinta mulai kabur dan terpecah belah ke berbagai sudut. Sementara bentuknya telah beragam.

            Cinta benar-benar menuju kematian waktu itu, sementara yang kau tahu kini, cinta adalah segala pertemuan, segala kerinduan, segala pengabulan keinginan, segala keindahan, segala ketidakmungkinan jadi mungkin. Segala kekuatan, segala kebutuhan bersatu padu.

            Tapi… ooo dinda oo dinda…. Ketika tahun-tahun kepala bertambah, usia makin sedikit, cinta menjumpai ketidakbentukan yang kian absurd. Lalu benar-benar raib saat kau sadar, engkau sudah demikian tua untuk mengingat segala yang indah.

            Kebutuhan, adalah jiwa-jiwa menuju kejayaan. Singgasana terakhir, melihat keturunan kita, menemui kebahagiaan muda hingga tuanya yang mungkin tak lagi kita dampingi. Tujuan berhenti, hanyalah ketika tubuh, jiwa, hati, selesai di pertapaan hidup, dan perlahan mengangkasa ke tempat pesanggrahan terindah.

            Mungkinkah perekat itu ada di dirimu? Cintaku… Sementara pelajaran hidup tersulit, dan tak pernah bisa diketahui hasil ujiannya, adalah pelajaran kesabaran?

            Entahlah. Yang aku tahu, aku butuh rindumu dalam bingkisan sabar terbaik. Karena sabarku, penuh untukmu dengan asam, asin-nya hidup yang telah kucecap.

            

Selamat malam, sayang.

Jambi, 27 Juni 2006

Dari Sahabat

August 7th, 2006 by ika-fis02

Ya… Begitulah
: Monas Junior

Pagi Dinda…
Aku tahu senyummu masih seperti pertama kita sua. Selalu saja kau kulum. Selalu saja kau mampu membuatnya demikian indah, dan penuh misteri. Selamat pagi, Cinta. Kau kelihatan tidur pulas semalam. Aku senang.

Bicara apa kita hari ini? Kau mau apa? Baiklah, kita bicara tentang rengekan yang keluar dalam celoteh tolak-harapmu. Ya, penolakan, tetapi kau juga berharap. Benar begitu, kan? Sayang…

Yup. Kau berceloteh tentang dirimu yang kau nilai; cerewet, manja, banyak permintaan, keras kepala. Dan kau merutuki dirimu seperti tak mau memaafkan. Dan kau, membuat aku berpikir bermalam-malam setelah itu. Berpikir, bagaimana menjelaskan betapa aku telah mengenalmu, dengan segala elemen yang ada di tubuhmu-jiwamu.

Jadi, hari ini kita bicara tentang karakter manusia saja. Biar kau tenang, aku puas. Puas sudah sampaikan betapa aku mengenalimu jauh sebelum aku mengenali diriku sendiri, ataupun orang-orang mengenali dirinya sendiri.

Kembali ke karakter. Baiklah.

Suatu saat, kawan dekatku menanyakan hal yang membaut aku kaget sekaligus tersanjung. Waktu itu kami di sebuah kedai samping kantor. Biasalah, memenuhi hasrat perut sekaligus memuaskan dahaga kerongkongan. Plus kopi, plus berbatang-batang tembakau, plus musik dan plus ocehan belasan pengunjung kedai lain.

Dia bertanya, “kok kau tahan dengan Dia? Aku saja tak tahan dengan sikapnya. Kalau aku jadi kau…” begitu katanya sambil menyeruput kopi, mengernyitkan dahi lalu menghisap Sampoerna Mild di bibirnya.

Lalu kujawab sekenanya, “Ya… begitulah Dia,” tukasku cepat. Sambil membubuhi bumbu-bumbu kesal yang kian ambigu.

Dia yang kami bicarakan, adalah teman sekamarku yang sikapnya ‘aneh’ dinilai kawan-kawan sekantor. Waktu itu kami tinggal di mess kantor. Tiap hari, ada saja ulahnya yang membuat orang kesal.

Mulai dari kepicikannya, kepelitannya, kelicikannya, hingga ke-ke yang lain. Simpulannya, tak banyak orang menyukai kehadirannya. Meski, orang-orang tak bisa begitu saja terhindar darinya.

Dia, tokoh nyata. Karakternya, juga nyata. Jadi, “ya…. begitulah Dia.” Penilaianku waktu itu, hanya sebatas perkataan itu. Tak berjabar.

Hingga, suatu saat aku belajar banyak dari, lagi-lagi kawan dekatku. Wanita. Cantik, sudah bersuami dan masih menganggap dirinya gadis yang pantas dimanja. Bah! Tapi, lagi-lagi aku menerimanya dengan damai, karena… “ya… begitulah Dia.”

Kawan wanitaku yang suka bermanja itu bilang, (suatu saat aku berkata-kata agak ‘nakal’); “Kau ni, cubo lah jangan ngomong kayak gitu lagi. Dak berubah-rubah,” ujarnya menyalak. Aku teringat anjing tetangga yang acapkali ‘menyapa’ku tiap pulang malam.

Lalu kujawab sekenanya, lagi. “Loh, beginilah aku. Kalau aku berubah, kau pasti akan bingung, aku juga bingung, semua jadi bingung,” jawabku, kau tahu, sekenanya saja.

Aku terus mengetik narasi. Bercanda dengan kata-kata yang makin ‘nakal’ tapi berdasar fakta. Orang-orang menyebut tulisan yang aku buat itu, sebagai BERITA. Memberitakan, begitu pembenarannya. Tapi, au ah!

Kan kita sedang bicara karakter, nih. Kita sedang bicara manusia, nih. Kita sedang memahami celotehanmu tentang dirimu sendiri, nih. Jadi, masalahnya adalah…. Aku tak tahu harus diperpanjang berapa alenia lagi.

Yang jelas. Karakter manusia itu, sesuatu yang terbentuk dengan tidak disengaja. Menjadi satu dengan darah, daging, tulang. Lalu mengalir ke kulit di semua permukaan tubuh. Dan, BANG! Terciptalah aku, kau, mereka, semua!

Karakter itu, bukan terjadi begitu saja seperti yang aku tulis di atas, BANG! (ini ilustrasi saja, biar manis gitu loh!). Tapi penciptaannya bertahun-tahun sejak manusia mulai berkenalan dengan lingkungannya. Ya alam, ya manusia, ya gaib dan ya proses belajar.

Lalu semua pembelajaran itu, pelan-pelan telah membalut dirinya, dan menjadikan dia seseorang yang akan dikenal setiap orang. Karakter, adalah seseorang. Karakter, adalah KTP bagi semua orang. Jika seseorang mengubah karakter, artinya siap-siap merubah KTP yang tak punya tanda tangan Camat dan tak bermasa berlaku.

Ketika si ‘Dia’ berubah menjadi Aa’ Gym (misalnya), maka ‘Dia’ bukan lagi kawan yang kukenal. Dan aku akan segera menjauh darinya sambil berteriak, “Engkau siapa!”. Lalu, kalau tidak dia pergi, aku yang berangkat dari kamar mess beberapa waktu lalu (buktinya aku bertahan hingga dia menikah dan beranakpinak).

Dan kini, ketika kawan wanita yang masih suka manja itu mengetahui aku berubah, maksudku karakterku kuubah, dia juga akan melakukan hal yang sama. Jadi asing, jadi bingung, jadi aneh melihat aku. Dan dia pasti bertanya-tanya, “ada apa denganmu? Sakit? Buntu (tak ada uang)? Ada masalah?”

Tentu itu membuat aku jadi berkata, “Loh!” lalu, “Iya, ada apa denganku? Sakitkah aku? Buntukah aku? Ada masalahkah aku?” Tiba-tiba, aku terpaksa kembali menjalani karakter yang kemarin, kemarin dan kemarinnya lagi. Seperti yang biasa orang-orang kenal. Bahwa aku adalah aku, adalah benar. Bahwa karakterku begini, dan selalu akan begini, juga merupakan kebenaran. Meski masih absurd.

Simpulannya apa, Dindaku rindu? Kau bingung? Aneh? Berkerenyit? Ya, sudah, biar kubantu menyimpulkan.

Aku akan mengenali kau, karena kau seperti ini. Cerewet plus judes, plus manja, plus banyak permintaan, plus keras kepala. Barangkali aku perlu tambahkan; plus imut-imut, plus cantik, plus menggemaskan, plus penuh harapan dan plus seksi! (ups! Maaf agak ‘nakal’).

Ya, jadi jangan sungkan-sungkan lagi, cintaku. Kau telah kuterima dengan damai sedamai angin memimpin awan, sedamai daun melindungi batang, sedamai ibu menitip cintanya di hati kita.

Aku menerimamu, karena; “ya… begitulah Engkau.” Dan semestinya kau menerimaku disebabkan yang sama; “ya… beginilah Aku.”

Bonus, jika karakter buruk pada kita bisa sama-sama kita kurangi. Catatannya, jangan sampai hilang sama sekali. Bisakah? Nah itu dia. Merubah karakter, berarti kembali ke kehidupan dimana kita memulai semua pelajaran.

Artinya… Tidak usah sungkan-sungkan berubah baik. Tapi, tidak apa-apa kau begini. Sebab, kau pasti sudah tahu sekarang, aku sudah menerimamu karena… “(tolong isikan)…”

13 Agustus 2006

The Power of Rp. 1000,00

June 30th, 2006 by ika-fis02

The Power Of Rp. 1000,00

Yup….knapa mesti The Power Of Rp. 1000? Critanya gini…. Hari Selasa Uang kiriman ortu gw tinggal Rp. 11.000,-. Gw pikir….ah duit itu pasti cukup sampe gw pulang, nah buat ongkos gw bs minta k KK gw. D tempat kerja gw yg baru, Managernya ga ada duit receh gitu buat byr apa lah…tiba2 dia minjem k gw ceban, sesaat gw bingung, mau dksh, gmn dg sisa hidup gw sampe hari Sabtu, G diksh juga gmn, gw g mau boong n tengsin dong masa sih sekeren gw g bw duit ceban??? Nah akhirnya gw kasihlah duit itu ke manager gw, alhasil duit gw tinggal seribu dong dan itu musti nyupport hidup gw sampe hr Sabtu. ?????

Dari tempat gw k tmpt kerja itu bisa jln jg bs naik angkot, ongkosnya seribu. Nah loh??? setelah kjadian itu otomatis gw g boleh dong asal naik angkot iya kan? ntar kalo duit gw abis gmn? ya udah tiap pergi gw jalan kaki, dan duit seribu itu gw pertahanin kali aja pulang kerja kan suka malam, males kalo jalan. Pas pulang kerja untung ada tmn yg bw motor dan mau nganter gw, nah….selamat kan duit seribunya hari itu??? Gw jd kpikiran…ide bgs tuh…tiap mlm mending minta anter tmn gw itu, dia pasti mau coz baik bgt sih. Besoknya gw jln lg, n mlmnya dianter lg, gitu aja sampe hr jumat. Jumat mlm, tdnya gw mau pulang pake angkot coz motor tmnq bannya kempes, eh tiba2 My Big Boss ngajak gw makan mlm d resto Jepang, ya udah…makan tuh, dan slesai makan itu jm 10.30 mlm, kan udah mlm ya udah gw nginep aja d rumah My Big Boss itu maklum kan dah punya kmr khusus buat gw. Dah gitu, pagi2ny gw balik ke kosan pake angkot….I Must say Good Bye to my lovely "1000", trus gw mandi, pas mau brgkt k kantor lg, Thanks God, Gw nemu duit : Rp. 1000, tp receh….but…its OK, yg jelas duit bener g? akhirnya hr ini..gw bs ngantor tp duit di kantong gw tinggal Rp. 300,- (Gila kan????)=> Menderita bgt ya? tp tenang …….. masalah makan meski cuma punya uang Rp. 1000, makan gw slalu terjamin….dan enak2, coz Gw punya My Big Boss yg super baik……..(Mudah2an penderitaan ini cepat berakhir , ya!)

O ya..gw sekarang pulang pake apa ya?????????????????????