Xena and Gabrielle-2 Planet baru di Tata Surya

Xena dan Gabrielle, Dua Sahabat Pengembara Cetak  E-mail
Ditulis oleh Administrator    
Sunday, 09 October 2005

Tata surya dengan 9 planetnya memang telah menjadi ikon dimana-mana.
Namun tidak berarti 9 planet itu menjadi suatu batas yang tak akan
berubah. Penemuan objek-objek di Sabuk Kuipert mengubah segalanya.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, sebuah objek yang 20%
lebih besar dari Pluto telah ditemukan dan dimasukkan sebagai kandidat
planet ke-10. Planet yang diberi nama 2003 UB313, semakin hari semakin
mirip dengan planet-planet di Tata Surya. 2003 UB313 yang saat ini
diberi code name Xena dan masuk dalam jajaran Guiness Book of Record
sebagai objek Tata Surya terjauh yang ditemukan, ternyata memiliki
bulan (satelit). Tentu kita masih ingat khan siapa Xena? Yup.. tidak
salah Xena yang dimaksud disini adalah the warrior princess yang
mengembara bersama sahabatnya Gabrielle. Nah, dari sinilah ide nama
Planet ke-10 ini diambil, walaupun belum ada satu kepastian dari IAU
akan nama planet tersebut.

Bulan dari Xena ini sekitar 100 kali lebih lemah dari planet yang
diinduknya, dan periode orbitnya hanya beberapa minggu. Bulan yang
diberi nama Gabrielle ini pertama kali terlihat tgl 10 September 2005,
dengan teleskop 10-m Keck di Observatorium W.M. Keck, Hawaii. Dengan
memiliki bulannya sendiri, bisa dikatakan Xena telah memenuhi salah
satu komponen dirinya sebagai planet. Diperkirakan Gabrielle hanya
berukuran satu-per–sepuluh ukuran Xena, dengan diamter 2700km (diameter
Pluto 2274 km).

Untuk mengetahui lebih jauh tentang Gabrielle, para peneliti harus
terlebih dahulu mengetahui komposisi Bulan baru ini. Sebagian besar
objek di Sabuk Kuiper terdiri dari batuan dan air es. Permukaan objek
yang terdiri dari setengah batuan dan setengah es memantulkan sejumlah
cahaya matahari yang diterima, sehingga ukuran objek dan komposisinya
bisa diketahui. Objek yang memiliki banyak komponen es akan memantulkan
lebih banyak sinar matahari, sehingga akan tampak lebih terang dan
lebih besar dari objek batuan yang mirip dengannya. Observasi
selanjutnya yang akan dilakukan pada bulan November dan Desember dengan
Hubble Space Telescope akan difokuskan untuk mempelajari orbit
Gabrielle dalam mengitari Xena. Dengan data ini dan formula yang
digunkaan oleh Isaac Newton 300 tahun lalu, Brown dkk akan
mengkalkulasi massa Xena. Menurut Brown, “Jika planetnya sangat masif,
bulan akan mengorbit dengan cepat; jika planet kurang masif, pergerakan
bulan dalam mengorbit planet akan lebih lambat.”

Selain Xena dan Gabrielle, objek sabuk Kuipert 2003 EL61, code name
Santa, juga memiliki sebuah bulan kecil. Keberadaan bulan pada 3 objek
Sabuk Kupiert tersebesar – Xena, Santa, Pluto – menjadi sebuah
tantangan untuk mengetahui bagaimana pembentukan satelit terjadi pada
daerah tata surya ini.

Sebelumnya, para peneliti percaya kalau objek di Sabuk Kuipert bisa
memiliki bulan melalui proses penangkapan gravitasi (gravitational
capture), dimana ada dua objek terpisah bergerak saling mendekati satu
sama lainnya dan saling terperangkap dalam daerah gravitasi keduanya.
Awalnya hal ini dianggap benar untuk objek-objek kecil di Sabuk
Kuipert. Namun, teori ini tidak berlaku pada Pluto. Charon, bulan Pluto
merupakan hasil dari serpihan Pluto saat ditabrak oleh objek Sabu
Kuipert lainnya milyaran tahun lalu. Selain Pluto, tampaknya bulan
milik Xena dan Santa juga berasal dari proses yang hampir sama.

Suatu kali, Pluto memang tampak sebagai bola unik dalam jajaran Tata
Surya. Namun sekarang terlihat kalau Xena, Pluto dan objek lainnya
merupakan bagian dari sebuah keluarga besar objek yang memiliki
karakteristik, sejarah, dan bulan yang mirip. Dari merekalah kita akan
belajar lebih banyak lagi tentang Tata Surya. Karena mereka bukan lagi
sebuah objek tunggal yang aneh di tata Surya.

2003UB313, Warga Baru Tata Surya Cetak  E-mail
Ditulis oleh Administrator    
Monday, 08 August 2005

Astronom telah menemukan planet baru dengan jarak terjauh di Tata Surya

Planet terbaru  yang ditemukan tahun 2003 dan diumumkan bulan juli
2005 lalu memiliki ukuran yang lebih besar dari Pluto. Planet yang
masih belum memiliki nama resmi ini ditemukan oleh Dr. Mike Brown dan
timnya menggunakan Teleskop Samuel Oschin di Observatorium Palomar,
dekat San Diego.

Diperkirakan planet bernama 2003UB313 ini, berada sekitar 97 kali
lebih jauh dari Matahari jika dibandingkan dengan Bumi, atau berada
pada jarak 97 AU. Sementara Pluto berada 40 AU dari Matahari. Sama
seperti sedna ataupun Quouar, 2003UB313 juga merupakan bagian dari
objek-objek yang menghuni Sabuk Kuipert hanya saja lebih besar
disbanding objek lainnya. Ukurannya yang lebih besar memberikan
kesempatan padanya untuk bisa digolongkan sebagai bagian dari
planet-planet yang ada di Tata Surya.

Bagi para astronom yang mengamat langit dengan backyard telescopes
yang besar, mereka bisa melihat planet ini. Sayangnya planet baru ini
terlihat lemah dengan magnitudo visual 19, bergerak lambat terhadap
bintang-bintang latar belakang.

Planet 2003UB313 ditemukan oleh Mike Brown, Chad Trujillo dari
Gemini Observatory di Mauna kea, Hawaii dan David Rabimowotz dari Yale
University, New Haven, connecticut  Planet ini pertama kali dipotret
mengunakan Teleskop samuel Oschin 48-inci tanggal 31 Oktober 2003.
Objeknya berada sangat jauh, namun geraknya tidak terdeteksi sampai
mereka menganalisis ulang data yang didapat januari 2005 lalu.

Brown sendiri yakin kalau objek ini merupakan objek pertama yang
lebih besar dari Pluto yang ditemukan didaerah luar tata surya. Namun
sampai saat ini piringan planet maish belum bisa diungkapkan oleh
teleskop. Karena itu, untuk mengestimasi besar planet, para astronom
bergantung pada perhitungan kecerlangan planet. Sama seperti planet
lain, planet baru ini tampak bercahaya karena ia memantulkan cahaya
Matahari. Nah, semakin besar planet, pantulannya akan semakin besar.
Reflektansi atau fraksi cahaya yang dipantulkan planet belum diketahui.
Namun tetap memungkinkan untuk menetapkan batas diameter planet. Dalam
hal ini, walaupun planet 2003UB313 memantulkan seluruh cahaya yang ia
terima, tetap saja planet ini akan sebesar Pluto. Pluto sendiri sekitar
2300 km, dan diperkirakan planet baru ini sekitar 1.5 kali ukuran Pluto.

Saat ini Mike Brown dan tim-nya sedang menanti keputusan nama
permanen yang akan diberikan pada planet 2003UB313. Merka telah
mengajukan nama planet tersebut dan menanti persetujuan IAU sebelum
pengumuman resmi tentang planet ke-10 ini dirilis. Jadi kita tunggu
kabar selanjutnya..

Leave a Reply