|
Tata surya dengan 9 planetnya memang telah menjadi ikon dimana-mana.
Namun tidak berarti 9 planet itu menjadi suatu batas yang tak akan
berubah. Penemuan objek-objek di Sabuk Kuipert mengubah segalanya.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, sebuah objek yang 20%
lebih besar dari Pluto telah ditemukan dan dimasukkan sebagai kandidat
planet ke-10. Planet yang diberi nama 2003 UB313, semakin hari semakin
mirip dengan planet-planet di Tata Surya. 2003 UB313 yang saat ini
diberi code name Xena dan masuk dalam jajaran Guiness Book of Record
sebagai objek Tata Surya terjauh yang ditemukan, ternyata memiliki
bulan (satelit). Tentu kita masih ingat khan siapa Xena? Yup.. tidak
salah Xena yang dimaksud disini adalah the warrior princess yang
mengembara bersama sahabatnya Gabrielle. Nah, dari sinilah ide nama
Planet ke-10 ini diambil, walaupun belum ada satu kepastian dari IAU
akan nama planet tersebut.
Bulan dari Xena ini sekitar 100 kali lebih lemah dari planet yang
diinduknya, dan periode orbitnya hanya beberapa minggu. Bulan yang
diberi nama Gabrielle ini pertama kali terlihat tgl 10 September 2005,
dengan teleskop 10-m Keck di Observatorium W.M. Keck, Hawaii. Dengan
memiliki bulannya sendiri, bisa dikatakan Xena telah memenuhi salah
satu komponen dirinya sebagai planet. Diperkirakan Gabrielle hanya
berukuran satu-per–sepuluh ukuran Xena, dengan diamter 2700km (diameter
Pluto 2274 km).
Untuk mengetahui lebih jauh tentang Gabrielle, para peneliti harus
terlebih dahulu mengetahui komposisi Bulan baru ini. Sebagian besar
objek di Sabuk Kuiper terdiri dari batuan dan air es. Permukaan objek
yang terdiri dari setengah batuan dan setengah es memantulkan sejumlah
cahaya matahari yang diterima, sehingga ukuran objek dan komposisinya
bisa diketahui. Objek yang memiliki banyak komponen es akan memantulkan
lebih banyak sinar matahari, sehingga akan tampak lebih terang dan
lebih besar dari objek batuan yang mirip dengannya. Observasi
selanjutnya yang akan dilakukan pada bulan November dan Desember dengan
Hubble Space Telescope akan difokuskan untuk mempelajari orbit
Gabrielle dalam mengitari Xena. Dengan data ini dan formula yang
digunkaan oleh Isaac Newton 300 tahun lalu, Brown dkk akan
mengkalkulasi massa Xena. Menurut Brown, “Jika planetnya sangat masif,
bulan akan mengorbit dengan cepat; jika planet kurang masif, pergerakan
bulan dalam mengorbit planet akan lebih lambat.”
Selain Xena dan Gabrielle, objek sabuk Kuipert 2003 EL61, code name
Santa, juga memiliki sebuah bulan kecil. Keberadaan bulan pada 3 objek
Sabuk Kupiert tersebesar – Xena, Santa, Pluto – menjadi sebuah
tantangan untuk mengetahui bagaimana pembentukan satelit terjadi pada
daerah tata surya ini.
Sebelumnya, para peneliti percaya kalau objek di Sabuk Kuipert bisa
memiliki bulan melalui proses penangkapan gravitasi (gravitational
capture), dimana ada dua objek terpisah bergerak saling mendekati satu
sama lainnya dan saling terperangkap dalam daerah gravitasi keduanya.
Awalnya hal ini dianggap benar untuk objek-objek kecil di Sabuk
Kuipert. Namun, teori ini tidak berlaku pada Pluto. Charon, bulan Pluto
merupakan hasil dari serpihan Pluto saat ditabrak oleh objek Sabu
Kuipert lainnya milyaran tahun lalu. Selain Pluto, tampaknya bulan
milik Xena dan Santa juga berasal dari proses yang hampir sama.
Suatu kali, Pluto memang tampak sebagai bola unik dalam jajaran Tata
Surya. Namun sekarang terlihat kalau Xena, Pluto dan objek lainnya
merupakan bagian dari sebuah keluarga besar objek yang memiliki
karakteristik, sejarah, dan bulan yang mirip. Dari merekalah kita akan
belajar lebih banyak lagi tentang Tata Surya. Karena mereka bukan lagi
sebuah objek tunggal yang aneh di tata Surya.
|